International Muslim Women Union (IMWU), jaringan solidaritas perempuan muslim global, menyelenggarakan agenda penting pada tahun 2026 di Indonesia. Salah satu kegiatan utamanya adalah Pelantikan Pengurus IMWU Chapter Indonesia periode 2026–2031 serta pelaksanaan Rapat Pra Musyawarah Nasional (Munas).
Acara sakral ini terlaksana pada 18 September 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta. Jajaran pengurus baru tersebut dilantik secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, dengan posisi Ketua Umum IMWU Chapter Indonesia yang kini diamanahkan kepada Prof. Dr. Amani Lubis.
Penulis ternama Indonesia, Asma Nadia, memiliki keterikatan yang sangat erat dan andil langsung dalam agenda besar tersebut. Kaitan utamanya meliputi:
1. Amanah sebagai Pengurus Baru: Dalam momentum pelantikan tersebut, Asma Nadia secara resmi mendapatkan amanah untuk bergabung ke dalam jajaran pengurus IMWU Chapter Indonesia periode 2026–2031. Melalui keterlibatannya ini, ia berkomitmen untuk menyalurkan energi dan pemikirannya dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi perempuan, keluarga, serta masyarakat muslim selama lima tahun ke depan.
2. Representasi Figur Perempuan Muslim Inspiratif: Masuknya Asma Nadia sebagai pengurus selaras dengan profil globalnya yang mapan. Pada tahun yang sama, ia kembali diakui dalam daftar tokoh muslim berpengaruh dunia, The World’s 500 Most Influential Muslims 2026 (The Muslim 500) untuk kategori penulis dan sastrawan.
3. Penyelarasan Visi Pemberdayaan Perempuan: Keterlibatan Asma Nadia di IMWU menjadi wadah strategis bagi misi personalnya. Sebagai pendiri Forum Lingkar Pena dan Komunitas Bisa Menulis, ia selalu menekankan pentingnya penguatan literasi dan kapasitas perempuan muslim, terutama para ibu sebagai pendidik pertama dalam keluarga. Melalui wadah IMWU, ia dapat mengintegrasikan jaringan komunitas yang dibimbingnya guna memperkuat solidaritas perempuan secara internasional.
Keterlibatan aktif Asma Nadia dalam agenda IMWU 2026 menandai langkah barunya untuk tidak sekadar menginspirasi khalayak lewat tulisan, melainkan terjun langsung dalam pergerakan organisasi internasional demi mendorong kemandirian serta ketahanan moral kaum perempuan dan generasi masa depan. (*)

