Rectangle 135

Assalamualaikum Vietnam

Pernahkah kita pergi jauh dari rumah, lalu justru menemukan sesuatu yang membuat kita semakin bersyukur?

Itulah yang kembali saya rasakan ketika awal September 2026, saya menginjakkan kaki di Vietnam. Kali ini saya datang bukan seorang diri. Bersama rombongan, kami memulai sebuah perjalanan yang bukan hanya tentang melihat tempat-tempat indah, mencicipi makanan, atau mengabadikan foto. Kami membawa satu semangat yang sederhana: Liburan jalan, ibadah juga jalan.

Perjalanan ini merupakan bagian dari Serial Perjalanan Assalamualaikum, kolaborasi eksklusif saya bersama Moslem Tours by Panorama JTB. Dan kali ini, kami hadir dalam Assalamu’alaikum Vietnam — Part II.

Vietnam Utara menjadi tujuan kami. Kami menikmati pesona Ha Long Bay, dengan gugusan karst yang berdiri megah di tengah laut. Kemudian perjalanan berlanjut menuju Sapa, daerah pegunungan yang menawarkan udara sejuk, pemandangan hijau, dan kehidupan masyarakat lokal yang begitu menarik untuk diamati.

Lalu kami menuju Hanoi. Di kota ini, perjalanan terasa semakin hidup. Kami menyusuri sudut-sudut kota, melihat aktivitas masyarakat, menikmati suasana malam, dan membiarkan diri kami sejenak menjadi bagian dari kehidupan sebuah negeri yang berbeda. Tapi bagi saya, perjalanan seperti ini bukan hanya soal destinasi.

Ada hal-hal kecil yang justru sering kali paling membekas. Saya melihat perempuan-perempuan lokal Vietnam mengendarai motor dengan membawa muatan yang begitu besar. Sederhana, mungkin bagi mereka itu adalah aktivitas sehari-hari. Tetapi bagi saya, pemandangan itu mengingatkan pada satu hal. Perempuan di mana pun berada selalu punya cerita tentang ketangguhan.

Mereka bekerja, bergerak, mengurus kehidupan, dan menjalani hari dengan caranya masing-masing.  Dan semakin banyak yang saya lihat, semakin saya merasa bahwa perjalanan membuat kita belajar melihat dunia dengan perspektif yang lebih luas.

Namun ada satu hal yang tidak ingin kami tinggalkan selama perjalanan yaitu ibadah. Karena menjadi seorang Muslim tidak berarti kita harus berhenti menikmati dunia. Kita bisa menikmati keindahan alam. Kita bisa mengenal budaya baru. Kita bisa mencicipi kuliner khas sebuah negeri. Kita bisa tertawa bersama teman-teman perjalanan. Tetapi di tengah semua itu, kita tetap mengingat kepada siapa semua keindahan ini pada akhirnya harus membuat kita semakin dekat.

Itulah mengapa konsep wisata halal dalam perjalanan ini menjadi begitu penting. Kami memperhatikan makanan halal, mencari masjid atau tempat yang memungkinkan untuk beribadah, dan tetap berusaha menjaga waktu salat di tengah padatnya perjalanan. Bagi saya, justru di situlah indahnya perjalanan seorang Muslim.

Kita pergi jauh, tetapi tidak pernah benar-benar kehilangan arah. Setiap pemandangan menjadi alasan untuk bersyukur. Setiap pertemuan menjadi kesempatan untuk belajar. Dan setiap langkah menjadi pengingat bahwa dunia ini jauh lebih luas daripada apa yang selama ini kita lihat dari tempat kita berdiri.

Mungkin itulah alasan saya selalu menyukai perjalanan. Karena kita tidak hanya membawa koper ketika berangkat. Kita juga membawa rasa ingin tahu. Dan sering kali, kita pulang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga, rasa syukur.

Vietnam Part II mungkin akan selesai. Tetapi perjalanan bersama Serial Perjalanan Assalamualaikum insyaallah belum berakhir.

Akan ada perjalanan berikutnya ke Beijing pada 11–19 Oktober 2026, kemudian rencana perjalanan ke Korea Selatan, dan tentu saja kemungkinan hadirnya Assalamualaikum Vietnam Part III dengan kota-kota baru.

Jadi, kalau suatu hari nanti kita bertemu dalam perjalanan, jangan hanya siapkan koper. Siapkan juga hati. Karena siapa tahu, di negeri yang jauh dari rumah, kita justru menemukan pengalaman yang membuat kita semakin mengenal dunia… dan semakin mengenal diri sendiri.

Assalamualaikum Vietnam. Sampai jumpa di perjalanan berikutnya. (AN)

Kisah Asma Lainnya

Scroll to Top