Rectangle 135

Asma Nadia, Perjalanan Dunia yang Menjelma Menjadi Jilbab Traveler

Bagi Asma Nadia, perjalanan bukan sekadar berpindah dari satu negara ke negara lain. Setiap kota menyimpan cerita, setiap pertemuan menghadirkan pelajaran, dan setiap perjalanan bisa menjadi bahan bakar baru untuk menulis.

Kecintaan Asma terhadap traveling telah membawanya menjelajahi puluhan negara dan ratusan kota. Pada 2017, misalnya, ia tercatat telah mengunjungi 61 negara. Beberapa tahun kemudian, jumlah perjalanan itu terus bertambah. Ia juga pernah melakukan solo traveling ke Eropa dan mengikuti berbagai program kepenulisan di mancanegara.

Menariknya, pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai album foto atau kenangan pribadi. Banyak perjalanan Asma kemudian menemukan jalannya ke dalam karya. Ia memandang traveling sebagai cara untuk bertemu manusia dengan latar belakang berbeda, memahami budaya, sekaligus memperluas cara pandang.

Perjalanan bahkan menjadi salah satu identitas yang melekat pada dirinya sebagai penulis. Dari pengalaman itulah lahir The Jilbab Traveler, buku yang mengajak muslimah untuk tidak menjadikan jilbab sebagai penghalang untuk melihat dunia. Buku tersebut pertama kali diterbitkan pada 2009 dan memadukan pengalaman perjalanan dengan berbagai kiat traveling bagi muslimah.

Gagasan tersebut kemudian berkembang dalam karya Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea. Tokoh Rania Timur Samudra digambarkan sebagai seorang penulis yang gemar menjelajah berbagai belahan dunia. Korea menjadi salah satu latar penting dalam cerita, sekaligus mempertemukan perjalanan, impian, cinta, dan pencarian makna kehidupan. Kajian akademik terhadap karya Asma juga melihat sosok “jilbab traveler” sebagai gambaran perempuan Muslim yang aktif menjelajah dunia sekaligus tetap membawa identitas keagamaannya.

Bahkan, pengalaman Asma di Korea yang telah dikunjunginya berkali-kali menjadi salah satu sumber inspirasi bagi novel tersebut. Karya itu kemudian diadaptasi menjadi film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea pada 2016.

Pada akhirnya, perjalanan Asma Nadia dan Jilbab Traveler seperti dua sisi dari cerita yang sama. Ia berjalan untuk menemukan cerita, lalu menulis agar pengalaman itu dapat dibagikan kepada orang lain. Sebab bagi seorang penulis, dunia bukan hanya tempat untuk dikunjungi. Dunia adalah halaman-halaman yang menunggu untuk dituliskan. (*)

Kisah Asma Lainnya

Scroll to Top