Suasana Assembly Hall Jakarta International Convention Center (JICC) mendadak riuh oleh antusiasme yang membuncah. Di tengah deretan ribuan buku dan aroma lembaran kertas baru yang khas, sebuah panggung bertajuk LitConnect di ajang Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 sukses mencuri perhatian. Bukan tanpa alasan, forum eksklusif yang diinisiasi oleh IKAPI ini menghadirkan salah satu ikon literasi tanah air yang tak pernah gagal menyihir pembacanya: Asma Nadia.
Mengenakan busana anggun yang memancarkan aura hangatnya yang khas, Asma Nadia naik ke atas panggung disambut tepuk tangan riuh. Bersanding dengan deretan nama besar seperti novelis Adhitya Mulya, Almira Bastari, serta para kreator visioner dari Wahana Kreator, sesi diskusi panel ini segera berubah menjadi ruang visualisasi ide yang hidup dan penuh energi.
Fokus utama yang memantik antusiasme audiens hari itu adalah babak baru industri kreatif: alih wahana atau Book to Screen. Sebagai penulis yang karya-karyanya sukses bertransformasi menjadi sinema ikonik tanah air, Asma Nadia membagikan resep rahasianya. Beliau menekankan bahwa sebuah cerita tidak boleh mati hanya di dalam lembaran kertas. Karakter yang kuat harus mampu melompat dari teks, bernapas di layar lebar, dan menyentuh hati penonton dengan emosi yang sama, atau bahkan lebih dahsyat.
Diskusi mengalir begitu dinamis. Bersama Adhitya Mulya dan Almira Bastari, ketiganya membedah tantangan menjembatani visi seorang penulis dengan realitas meja produksi film. Wahana Kreator ikut melengkapi sudut pandang dari sisi industri, mengupas bagaimana ekosistem adaptasi saat ini membuka peluang tanpa batas bagi para penulis lokal untuk bersinar di panggung global.
Energi positif tidak berhenti di atas panggung LitConnect. Seusai diskusi, Asma Nadia langsung diserbu oleh lautan pembaca yang setianya menunggu di area stan penerbit. Dengan senyum yang tak pernah pudar, beliau melayani sesi book signing, berbincang santai, bahkan memberikan dorongan semangat bagi para penulis pemula yang membawa draf tulisan mereka.
Kehadiran Asma Nadia di LitConnect IIBF 2026 bukan sekadar tentang selebrasi sebuah karya. Ini adalah sebuah bukti nyata bahwa literasi Indonesia sedang bergerak maju secara progresif. Lewat kolaborasi lintas media, forum ini sukses membakar semangat baru, bahwa cerita-cerita terbaik bangsa kini siap mengetuk pintu industri kreatif dunia dengan lebih lantang. (*)

